Kamis, 30 Januari 2014

Resensi Buku: Chocolat



Sumber foto: mizan.com


Judul: Chocolat
Penulis: Joanne Harris
Penerbit: Bentang Pustaka  
Harga: Rp49.500,-



Cerita diawali ketika Vianne Rocher, seorang wanita keturunan gipsi, dan anaknya Anouk Rocher pindah ke sebuah tempat bernama Lansquenet-sous-Tannes, sebuah kota kecil antara Toulouse dan Bordeaux, Prancis. Sama seperti kebanyakan kota kecil di dunia, Lansquenet-sous-Tannes memiliki tradisi keagamaan yang kental dan gereja menjadi sesuatu yang sakral bagi masyarakatnya.

Angin perubahan mulai datang saat Vianne beserta anaknya tiba di kota tersebut dan mendirikan sebuah toko cokelat yang diberi nama La CĂ©leste Pralina. Vianne membuat cokelat terbaik seperti yang dulu diminum oleh bangsa Aztec berabad-abad silam. Ajaibnya, dia dapat menebak cokelat favorit dari setiap pelanggannya.

Konflik dimulai saat Vianne mengatakan bahwa ia tak kan pernah pergi ke gereja. Tokonya pun tetap buka pada hari Minggu. Alhasil, Vianne dan toko cokelatnya pun segera ditentang oleh pastor gereja setempat, Francis Reynaud. Hal ini tentu saja memengaruhi seluruh warga untuk melakukan hal yang sama. Namun, kali ini Vianne menolak untuk lari dari semua masalah, seperti yang dulu dia lakukan. Dia bertekad untuk tetap bertahan di Lansquenet-sous-Tannes dan melanjutkan hidupnya.

Berbagai perselisihan dan pertentangan pun muncul satu per satu, sekaligus mengungkap kepalsuan dan kemunafikan dari banyak tokoh, tak terkecuali satu-satunya pastor di tempat itu, Reynaud. Namun, perselisihan dan berbagai masalah dari pelanggan Vianne yang seolah disembunyikan dan dirahasiakan, semuanya bagaikan dapat terungkap dengan cokelat yang Vianne buat. Cokelat itu seperti membangkitkan aura kejujuran dan semua kegelisahan hilang karenanya.

Novel sepanjang 374 halaman ini ditulis dengan sudut pandang dari dua tokoh sentral cerita ini, Vianne dan Reynaud. Keduanya bercerita dengan sudut pandang orang pertama. Cerita dalam novel ini berjalan lambat tanpa percikan konflik yang menegangkan. Akan tetapi, novel ini menghadirkan banyak kepalsuan-kepalsuan yang mungkin tanpa kita sadari ada di sekitar kita. Sejenak, membuat kita sadar seperti apa manusia sebenarnya.

Pesan yang disampaikan jauh lebih dalam daripada hanya sekadar cokelat segala rasa yang menggiurkan. Cokelat hanyalah media untuk menyampaikan makna cerita yang sesungguhnya. Entah memang dimaksudkan bahwa cokelat yang dibuat Vianne memiliki kekuatan tak kasat mata untuk memengaruhi orang yang memakannya atau tidak, perubahan yang terjadi mengingatkan kita bahwa manusia selalu memiliki kesempatan kedua untuk berubah ke arah yang lebih baik.

Novel ini sudah cukup terkenal apalagi pada tahun 2000, Chocolat difilmkan dan dibintangi oleh Juliette Binoche dan Johnny Depp. Film ini berhasil meraih penghargaan di European Film Awards serta masuk dalam 5 nominasi Academy Awards, 4 nominasi Golden Globe, dan 8 nominasi Bafta Awards.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar