Selasa, 30 Agustus 2016

Kicauan: Teruntuk Sesiapa yang Berulang Tahun




Selamat ulang tahun! Untuk siapa pun yang hari ini berulang tahun. Ulang tahun tidak begitu penting bagiku dan aku tidak pernah benar-benar merayakannya. Namun, tiap orang tentu memiliki pandangan yang berbeda.

Bagi sebagian orang, ulang tahun barangkali hanya sebuah pengulangan yang sama tiap tahunnya tanpa ada makna berarti. Sementara yang lain memandangnya sebagai sebuah hari untuk mensyukuri hadirnya seseorang ke dunia dan segala kesusahan yang telah dilewati untuk sampai di usia ini. Yang lain, bisa juga merenunginya sebagai waktu dan kesempatan yang telah dilalui, menyisakan sedikit usia yang entah berakhir kapan.

Satu hal bisa memiliki beragam arti tergantung dari mana kita memandangnya, begitu pun juga makna sebuah ulang tahun. Namun, toh seandainya pun hari itu tidak begitu berarti, hari ulang tahun tetap menyenangkan. Karena di hari itu, Anda akan menjadi seseorang yang istimewa. Semua orang menyempatkan untuk mengirim salam, memberikan doa-doa bahagia, menyapa, serta mengucapkan selamat.

Akan tetapi, seperti kembang api, cahayanya juga tidak akan bertahan lama. Setelah lewat tengah malam, tanggal berganti dan hari pun menggelincir ke halaman baru. Semua akan kembali seperti sebelumnya, ke rutinitas hidup yang biasa. Sementara dia yang berulang tahun tidak lagi sama, karena dia menua dan waktunya berkurang.

Bagiku sendiri, ucapan ulang tahun seperti alarm, sebuah tanda yang mengingatkanku pada hari-hari kemarin yang sebenarnya sudah tidak bisa dianggap sebagai “kemarin”. Namun, semuanya masih terasa seperti kemarin, hanya terlewat satu atau dua hari yang nyatanya hari yang kumaksud berada di masa tujuh, sepuluh, atau enam tahun yang lalu.

Membayangakan angka sepuluh tahun rasanya sulit karena semua ingatan tersebut masih kuat dan segar. Karena itu, semua ingatan lama tersebut hanya aku golongkan sebagai “kemarin” tanpa perlu ingat secara spesifik kapan tepatnya memori itu terjadi. Barangkali begitulah waktu, saat kita menjalaninya, kita tidak pernah benar-benar menyadari setiap detik yang terlewat dan hanya mengingatnya saat sebuah peristiwa penting terjadi atau ketika sebuah ucapan “selamat ulang tahun” diterima.

Saat itu, kita akan menyadari waktu yang telah dijalani atau dibuang, mengingat usia, dan menjadi tua. Menjadi tua tidak menyenangkan, lebih tidak menyenangkan menua dengan tidak bahagia dan diiringi oleh berbagai penyesalan. Karena itu, sampai hari berulang tahun kembali (seandainya waktu itu masih menjadi hakku), aku selalu mengingatkan diri untuk melakukan yang ingin dilakukan.

Kata-kata seperti ini mudah diucapkan, tetapi sulit dilaksanakan. Karena hidup seperti melakukan sebuah perjalanan, akan selalu ada batu, polisi tidur, jalan berlubang, jalan buntu, juga situasi ketika kita tidak tahu arah mana yang harus diambil, tersesat, dan tidak tahu apakah ingin menunggu di halte, naik bis, atau hanya berjalan kaki. Seringkali kita dihadapkan pada situasi yang menuntut kita untuk membuat pilihan yang pilihan tersebut sebenarnya tdak ada dalam rencana. Jika begitu, entah kapan kita akan tiba di tempat yang diharapkan. Namun, menyerah juga hanya sebuah pekerjaan yang sia-sia. Jadi, aku lebih senang mengambil jalan tengah, tetap berjalan sekuat dan sekencang yang kubisa, sisanya tidak perlu dibayangkan (hhe).


Mari berbahagia dan sekali lagi selamat ulang tahun! (Z)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar