Jumat, 06 Februari 2015

Resensi Buku: The After-Dinner Mysteries




Judul: The After-Dinner Mysteries (Nazotoki wa Dinner no Ato de)
Penulis: Higashigawa Tokuya
Penerbit: Penerbit Haru
Tebal: 291 halaman
Harga: Rp59.000
Terbit: Maret 2014



Satu lagi buku dari Jepang! Buku yang satu ini merupakan kumpulan cerita pendek (cerpen) misteri yang diwarnai dengan tingkah kocak para karakternya. Lucu dan menegangkan. Saya sangat menikmati tiap jalannya cerita dan sedih saat buku ini selesai dibaca. Saya ingin lebih banyak membaca cerita Reiko dan Kageyama.

Hosho Reiko dan Kageyama merupakan dua tokoh utama kita dalam buku ini. Selain mereka berdua, ada Komandan Kazamatsuri yang melengkapi kelucuan di dalam tujuh cerpen berbeda. Karakter mereka, terutama Kageyama dan Komandan Kazamatsuri lucu secara alami dengan sifat dan sikap yang dibentuk oleh penulis. Mereka benar-benar membuat cerita menjadi tidak membosankan.

Reiko sendiri merupakan polisi detektif di wilayah Kunitachi dengan Komandan Kazamatsuri sebagai atasannya. Bagi Reiko, atasannya itu sangat tidak bisa diandalkan, tukang pamer, dan selalu ingin tampak benar. Namun, tentu saja sikap Komandan yang seperti inilah justru yang bisa menimbulkan tawa. Sementara Kageyama adalah sopir dan pelayan di rumah Hosho yang selalu membantu Reiko dalam memecahkan setiap kasus.

Tentu tidak menarik jika karakter Reiko benar-benar hanya seorang polisi detektif. Yap! Hosho Reiko merupakan putri tunggal seorang pengusaha kaya yang kekayaannya melebihi keluarga Komandan Kazamatsuri yang juga merupakan anak seorang pengusaha terkenal. Namun, Reiko menyembunyikan identitas tersebut dan hasilnya Komandan Kazamatsuri bisa memamerkan kekayaannya. Sekali lagi, kita cuma bisa tertawa dengan sikap Komandan Kazamatsuri ini.

Beda Komandan Kazamatsuri, beda lagi Kageyama. Dengan kecerdasannya, Reiko dan pembaca dibuat terkagum-kagum. Namun, dengan kejujurannya yang terlalu jujur ditambah dengan gaya bicaranya yang tajam membuat Reiko selalu naik darah tiap kali meminta pendapat Kageyama soal kasus yang ada. Sementara kita, hanya bisa tertawa.

Dengan statusnya sebagai pelayan keluarga Hosho, Kageyama sangat berani untuk bisa mengucapkan kata-kata seperti, “Maaf Tuan Putri…. Kalau Anda tidak tahu kebenaran kasus sepele seperti ini, apakah Tuan Putri sebenarnya bego?” (hlm. 30) atau “Kalau Tuan Putri tidak tahu mengenai hal mudah seperti ini, apakah Anda bisa disebut detektif profesional? Terus terang, level Anda jauh lebih rendah dibanding amatir kelas teri (hlm. 122).” Reiko hanya bisa terdiam kemudian mencak-mencak. Sementara Kageyama, meminta maaf dengan sikap yang biasa saja dan wajah seriusnya. Namun, pada akhirnya Reiko hanya bisa memaafkan tingkah pelayannya yang bermulut tajam itu karena Kageyama selalu bisa memberikan analisis jitu untuk kasus yang dia hadapi.

Bagi saya, semua kasus dalam buku ini menarik, hanya ada beberapa judul yang menurut saya cukup rumit dan sulit untuk dipecahkan, seperti “Maukah Anda Mencoba Anggur Kematian”, “Hati-Hati Jika Berselingkuh” atau “Inilah Pesan dari Orang Mati”. Hanya saja, ada informasi yang selalu diulangi di tiap cerita. Narasi mengenai identitas Reiko dan Komandan Kazamatsuri, lalu Kageyama selalu ada di semua cerpen. Barangkali karena penyajian cerita dalam bentuk cerita pendek yang tidak saling berhubungan. Selain itu, ada beberapa kesalahan seperti, penulisan nama tokoh dan urutan nomor bab. Walaupun sedikit mengganggu, bagi saya hal itu bisa dimaafkan.

Cerita dalam buku ini bisa membuat kita merasa penasaran dan terus berpikir siapa pelakunya, tetapi di sisi lain pembaca juga akan merasa terhibur dengan tingkah dan ucapan para tokoh yang ada. Jadi, kesalahan kecil yang lain bisa sedikit diabaikan. Pokoknya, tidak akan menyesal jika membaca buku ini. Satu lagi, coba perhatikan sampul buku ini, kita akan menemukan benda-benda yang berhubungan dengan semua kasus yang diceritakan dalam buku ini. Ada sepatu, botol anggur, bunga mawar, asbak, piala dan pecahan kaca, dan pisau.

Buku ini juga sudah dibuat versi dramanya loh. Hosho Reiko diperankan oleh Keiko Kitagawa dan Kageyama oleh Sho Sakurai, sementara Kippei Shiina memerankan Komandan Kazamatsuri. Saya sendiri bertanya-tanya dalam buku selanjutnya atau di dramanya, apa hubungan Reiko dan Kageyama akan berkembang menjadi hubungan romantis. Kalau mereka berpasangan pasti menarik, mungkin pertengkaran mereka akan menjadi lebih lucu.

Huaaaa, jadi pengen nonton dramanya.



Dramanya tayang pada tahun 2011 lalu. Ada sepuluh episode dan satu episode spesial. Versi filmnya juga sudah ada loh. Jadi, ga sabar pengen nonton.
 Foto: jpopasia


Foto: penerbitharu.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar