![]() |
Ini seperti impian yang menjadi kenyataan. Seperti obat yang menyembuhkan luka atau bagai gelar juara setelah semua perjuangan. Sekalipun itu hanya sesaat, sebuah impian yang akhirnya bisa diwujudkan memiliki arti lebih dari apa pun.
Barangkali seperti itulah yang dirasakan oleh Van gogh jika dia bisa pergi ke masa depan dan melampaui waktu. Seperti yang sudah banyak orang tahu, selama hidupnya pelukis aliran post-impressionist, Vincent van Gogh tidak pernah mendapat pengakuan atas karya-karyanya. Selama hidup dan sejarah berkaryanya, hanya ada satu lukisan Van Gogh yang terjual, yaitu The Red Vineyard. Lukisan tersebut terjual beberapa bulan sebelum kematiannya. Itulah satu-satunya apresiasi yang pernah ia terima terhadap karya-karya yang telah dia buat. Van Gogh bisa dibilang tak menghasilkan banyak materi dari profesi yang dipilihnya (adiknya, Theo van Gogh yang membiayai hidupnya). Namun, Van Gogh terus melukis. Dia tidak pernah tahu bahwa kini karyanya dipuji dan diakui, lukisannya dipajang di tempat-tempat terkenal, karyanya begitu dihargai, dan dia guru bagi banyak pelukis.
Barangkali seperti itulah yang dirasakan oleh Van gogh jika dia bisa pergi ke masa depan dan melampaui waktu. Seperti yang sudah banyak orang tahu, selama hidupnya pelukis aliran post-impressionist, Vincent van Gogh tidak pernah mendapat pengakuan atas karya-karyanya. Selama hidup dan sejarah berkaryanya, hanya ada satu lukisan Van Gogh yang terjual, yaitu The Red Vineyard. Lukisan tersebut terjual beberapa bulan sebelum kematiannya. Itulah satu-satunya apresiasi yang pernah ia terima terhadap karya-karya yang telah dia buat. Van Gogh bisa dibilang tak menghasilkan banyak materi dari profesi yang dipilihnya (adiknya, Theo van Gogh yang membiayai hidupnya). Namun, Van Gogh terus melukis. Dia tidak pernah tahu bahwa kini karyanya dipuji dan diakui, lukisannya dipajang di tempat-tempat terkenal, karyanya begitu dihargai, dan dia guru bagi banyak pelukis.
