Rabu, 17 Desember 2014

Kicauan: 15 Perubahan dalam Persahabatan Saat Sedang dan Seusai Menyusun Skripsi



Sahabat adalah keluarga kedua bagi banyak orang. Tempat mencurahkan segala hal yang terkadang bahkan tak bisa kamu ungkapkan pada keluarga. Sahabat membantumu melewati hari yang buruk, tugas-tugas kuliah yang berat, dan mendukungmu selalu tak peduli bagaimanapun keadaanmu. Namun, masa-masa penulisan skripsi memaksamu mengurangi waktu bersama dan bahkan memang tak bisa bersama. Lalu, apakah hubunganmu persahabatanmu akan berakhir? Berikut lika-liku hubungan persahabatan menjelang dan setelah lulus kuliah.


1. Saling Dukung Saat Penulisan Skripsi


Kamu mulai memasuki tahap-tahap akhir masa kuliahmu, penulisan skripsi pun sudah di depan mata. Jadwal pertemuan dengan dosen dan penelitian sudah masuk dalam daftar harianmu. Tiba-tiba, pikiranmu sepenuhnya tercurah pada penulisan skripsi yang sangat menyita tenaga dan waktu. Kamu pun menjadi jarang bertemu atau bahkan hanya untuk mengobrol santai dengan para sahabat yang telah setia menemani hari-harimu selama beberapa tahun terakhir. Meskipun begitu, kalian tahu, kalian masih saling dukung dan berharap yang terbaik untuk satu sama lain. Kamu juga berharap, kamu dan teman-temanmu bisa lulus, wisuda, dan memakai toga di hari yang bersama.


2. Topik Pembicaraan pun Berubah Saat Bertemu
http://www.huffingtonpost.com/2014/07/17/best-regional-slang_n_5572269.html

Meskipun sibuk, sesekali kamu masih menyapa para sahabatmu sekadar untuk menanyakan kabar. Tak jarang, rencana bertemu pun diatur untuk mengurangi penat akibat mengurus skripsi dan sekaligus melepas rindu yang sudah lama bertahan. Saat bertemu pun, topik yang dibicarakan tak lagi seperti dulu. Bukan cowok incaran atau gebetan yang tak jelas, melainkan dosen yang sulit ditemui, juga judul skripsi yang tak kunjung direstui. Kamu akan berbagi cerita, kesulitan, dan juga semangat yang saling membesarkan hati agar tetap berjuang hingga penulisan skripsi usai dengan sukses.


3. Kamu Lulus! Lalu Bagaimana dengan Temanmu?


Penulisan skripsi berbeda bagi tiap orang. Ada orang yang diberi kemudahan hingga bisa selesai lebih dulu daripada yang lain. Kamu mungkin adalah salah satunya. Sementara, para sahabatmu menyusul berikutnya. Namun, tentunya kamu harap-harap cemas menanti kabar kelulusan sahabatmu yang lain. Kamu ingin bertanya, tapi tahu mereka mungkin tak ingin ditanyai tentang skripsi. Kamu ingin menghibur, tapi temanmu menghindar dan tak pernah membalas pesanmu. Akhirnya, kamu hanya bisa menunggu dan berdoa untuk para sahabatmu hingga jadwal sidang diumumkan dan kabar kelulusan dikumandangkan. Kamu akan menanti mereka di luar tempat sidang dengan bunga di tangan sebagai tanda kamu selalu mendukung mereka.

4. Sempatkan Kumpul untuk Yang Terakhir Kali 



 Segala kesulitan telah dilewati dan satu tahap telah berhasil dilalui. Kamu dan sahabat-sahabatmu akan berteriak bersama, “Selamat datang di dunia yang sesungguhnya!” Untuk semua kenangan, tawa, canda, dan tangis yang telah mewarnai hari-hari, kamu dan sahabat tentu tak lupa untuk menyempatkan diri berkumpul dan berfoto bersama. Entah itu pergi makan atau nonton bersama, yang penting kalian melewati satu hari sama seperti hari-hari saat kamu dan yang lainnya masih kuliah. Satu hari yang terasa sangat panjang karena hari itu kamu dan sahabat seolah kembali ke masa lalu dan mengingat ulang semua memori yang tersimpan di dalamnya. Satu hari yang seolah menjadi hari pamungkas untuk semua kebersamaan yang di masa kuliah. Satu hari yang dengan itu kamu menutup cerita di bangku kampus dan siap menyambut hari baru dengan kedewasaan.


5. Cari kerja, Cari Kerja, dan Cari Kerja
 



Setelah melempar topi ke udara dan berfoto di hari wisuda, kamu pun menyadari sebuah awal baru telah dimulai. Kamu harus memulai lagi semuanya dari awal. Bukan karena semua yang telah kamu raih di bangku kuliah tak berguna, melainkan kamu harus membangun kembali dan membuktikannya di dunia kerja.
Hanya mencari lowongan, mengirim lamaran, atau menghadiri job fair kesibukan kamu beberapa saat setelah lulus. Untuk sesaat, kamu akan lupa dengan kesedihanmu melepas masa-masa kuliah dan juga berpisah dengan teman-temanmu. Kamu tidak menganggap mendapat pekerjaan terlebih dahulu di antara sahabatmu berarti kamu orang yang cerdas atau hebat, tapi kamu juga tidak mau menjadi yang terakhir dan terlama di antara sahabatmu yang menganggur. Kalaupun kamu bertemu dan berbicara dengan sahabatmu, obrolan mengenai tempat kerja, lowongan, atau job fair akan menjadi topik utama. Tak jarang, kamu dan sahabat pun melamar di tempat yang sama dengan harapan bisa terus bersama.


6. Tak Bertemu, Tapi Tak Lupa KEPO



Kamu boleh sibuk dan jarang bertemu dengan para sahabatmu, tapi apa pun mengenai mereka masih bisa kamu cari tahu. Jika membuka akun sosial, kamu tak pernah lupa melihat akun sosial sahabatmu sekadar mencari tahu kesibukan dan kabar mereka. Tentu, kamu juga ingin tahu mereka sudah bekerja atau belum. Kamu tak ingin bertanya langsung, takut dengan jawaban yang justru akan membuatmu bertambah putus asa, tapi kamu juga tak bisa menahan rasa ingin tahumu. Alhasil, kamu pun menjadi kepo mengenai mereka, tapi seperti aturan tak tertulis mengenai kepo, kamu tetap berhati-hati agar tidak ketahuan.


7. Sabahatmu…Mendapat Pekerjaan

 http://www.wikihow.com/Hug-a-Girl

Telur pun terpecahkan! Kamu akhirnya mendengar juga berita seperti ini, berita yang sudah lama kamu nantikan. Namun, sayangnya berita ini bukan untukmu. Meskipun kamu menjadi sedih karena mengingatkanmu pada nasib sendiri, kamu tetap senang untuk sahabatmu. Kamu tetap memberi dukungan dan mengatakan pada dirimu sendiri waktumu untuk bekerja tidak lama lagi juga akan datang. Ya, masa itu pasti akan datang, kamu hanya perlu bersabar dan terus berusaha.


8. Waktu Semakin Mengikis Kepercayaan Dirimu



Meskipun kamu sudah hampir putus asa mencari pekerjaan, kamu tetap berpikir positif. Kamu melamar dan mencari pekerjaan dengan lebih keras. Kamu terus memaksakan dirimu sendiri untuk terus berusaha dan berusaha. Namun, semakin lama kamu semakin tak sanggup. Kamu merasa tak berdaya, putus asa, dan mempertanyakan kemampuanmu. Kamu terus mencari kekurangan atau kesalahan yang mungkin kamu lakukan, tapi keadaan tak juga berubah. Kamu pun kehilangan kepercayaan dirimu. Kamu menjadi malas berbicara dan menghindari percakapan dengan sahabatmu, merasa minder dan tak sepadan dengan mereka. Eits, tapi ini bukan karena kamu iri dengan mereka, kamu hanya kehilangan kepercayaan dirimu untuk bisa bergaul dengan mereka. Kamu tidak ingin ditanyai mengenai statusmu dan kamu tidak ingin dikasihani. Akhirnya, kamu lebih memilih menghindar. Walaupun sebenarnya sikap seperti itu tak menyelesaikan masalah, justru menambah masalahmu. 


9. KEPO pun Tak Menarik Lagi
http://thenypost.files.wordpress.com/2014/05/shutterstock_1920552951.jpg

Jika dulu kamu masih memiliki semangat untuk kepo akun sosial semua orang yang kamu kenal, setelah kamu merasa putus asa, tak ada lagi yang menarik bagimu di semua akun sosial tersebut. Kamu tidak lagi peduli dengan semua informasi atau apa yang bisa kamu kepo-in di sana. Kamu merasa kepo akun sosial mereka hanya akan membuat dirimu semakin tenggelam dalam kesedihan. Tak hanya di dunia nyata, kamu pun menghindari sahabatmu di dunia maya. Kamu pun hanya mendengar kabar mereka dari orang lain. Kamu merasa sedih dan sendiri. Sebenarnya, kamu harus berbicara dengan seseorang untuk memberimu semangat dan dorongan. Kamu pun menginginkan itu, tapi kamu tak tahu harus bicara dengan siapa. Akhirnya, kamu hanya terus diam dan membuatmu semakin merasa terasing.


10. Cukup Satu Sapaan



Setelah semua aksi diam yang kamu lakukan, kamu pun harus luluh karena suatu hal. Sahabatmu yang mencium gelagat putus asa darimu, menyapa dan menanyakan kabarmu. Meski hanya sapaan ringan, sapaan tersebut mengembalikan kehangatan dan kerinduan terhadap sahabatmu. Tidakkah kamu sudah terlalu lama menjauh? Kamu butuh mereka untuk mencurahkan segala perasaanmu dan sapaan sederhana seperti itu membuatmu merasa kembali berarti. Mengingatkanmu bahwa hari-hari burukmu tidaklah untuk selamanya dan mungkin tidak seberat itu jika kamu mau berbagi dengan orang lain. Kamu pun menemukan lagi semangat dan keyakinanmu. Sekali lagi, kamu harus mencoba dan kali ini apa pun hasilnya, kamu tak akan tenggelam dalam kesedihan seperti yang telah lalu.


11. Kamu Masih Harus Bersabar

http://quotesstack.com/tag/patience-wallpapers/

Semangatmu yang kembali membara harus diuji lagi dengan kegagalan berikutnya. Namun, tentunya kamu lebih kuat daripada sebelumnya karena ini hanyalah kegagalan lainnya. Kamu sudah bisa melihat kegagalan hanya seperti hujan deras yang menghalangimu keluar rumah. Kamu sudah bisa berteman dan belajar darinya. Tentunya, kamu masih merasa sedih, tapi pengalamanmu yang dulu cukup membuat kesedihanmu menjadi keteguhan untuk terus mencoba.


12. Saat Hidupmu Dimulai

https://sixbluepetals.wordpress.com/tag/happy-women/

Setelah semua kerja keras dan usaha, juga kesedihan dan putus asa, titik terang itu pun akhirnya datang. Kamu berhasil dengan selamat mendapat pekerjaan pertamamu yang sudah lama dinantikan. Untuk sesaat, beban yang selama ini menghimpit sedikit berkurang. Inilah saat hidupmu benar-benar akan dimulai. Kamu akan mulai memikirkan impianmu yang sesungguhnya, bahkan tujuanmu hidup. Semakin lama, kamu akan melihat segala sesuatu dengan sudut pandang yang berbeda. Kamu pun semakin memahami segala sesuatu memang membutuhkan kesungguhan dan kesabaran. Percayalah, usahamu tak kan pernah mengkhianatimu dan Tuhan tak pernah tidur.


13. Kepercayaan Dirimu pun Kembali

http://www.huffingtonpost.com/jonathan-alpert/conscious-relationships_b_4920336.html

Seperti musim semi yang menumbuhkan kembali segala tanaman, berhasilnya kamu mendapat pekerjaan, mengembalikan lagi semangat dan kepercayaan dirimu. Kamu tak lagi merasa minder, juga tak lagi menghindari sahabatmu. Kamu akan kembali berhubungan dengan mereka seperti dulu, tetapi dengan kedewasaan yang berbeda setelah semua gelombang kegagalan. Kamu akan semakin menghargai mereka yang tetap mau bersabar terhadapmu di masa-masa sulit, tak meninggalkan dan tetap mendukungmu. Kamu akan semakin bersikap baik terhadap mereka dan menunjukkan bahwa kamu sangat bersyukur dengan hadirnya mereka dalam hidupmu.


14. Sulitnya Menjaga Persahabatan Setelah Berpisah

http://galleryhip.com/how-are-you.html

Untuk pertama kalinya, setelah masalah dan kebimbanganmu selesai, kamu menyadari betapa sulitnya menjaga persahabatanmu dengan yang lain. Untuk bertemu, kamu dan sahabatmu harus mengatur waktu terlebih dahulu. Namun, waktu yang kosong untuk kalian seolah bersembunyi di balik kesibukan sehari-hari. Untuk sekadar mengobrol pun banyak pertimbangan. Kamu akan berpikir apakah sahabatmu di sana sedang sibuk atau tidak. Kamu merasa perlu untuk mencari sebuah topik hanya untuk menyapa atau memulai pembicaraan yang menarik sebelum sampai pada tujuanmu yang sebenarnya. Di grup akun sosial pun, semakin sedikit nama yang muncul untuk membalas pesan-pesan yang masuk.

Dulu kamu tak sempat menyadari perubahan ini karena terlalu sibuk dengan diri sendiri hingga lebih memilih untuk tak bertemu atau bicara dengan mereka. Namun, kini kenyataannya kamu dan sahabat memang sulit bertemu bahkan tanpa harus mencari-cari alasan. Kamu yakin situasi ini tak kan lama, kamu dan sahabat hanya perlu waktu penyesuaian dengan kesibukan baru kalian. Namun, perlahan-lahan kamu semakin merasa kehilangan komunikasi dengan mereka dan satu per satu mereka semakin jauh dari radarmu.


15. Kamu Semakin Menghargai Hubungan Persahabatanmu

http://galleryhip.com/guy-best-friend-problems-quotes-tumblr.html

Karena sulitnya untuk bertemu dan berkomunikasi, kamu semakin menghargai apa pun yang tersisa dari hubungan persahabatanmu. Kamu menyadari bahwa waktu untuk bertemu bukan hanya harus dicari saat luang, tapi juga harus diciptakan. Sesulit apa pun itu, kamu harus berusaha untuk datang dan bertemu dengan mereka. Satu hari menghabiskan waktu bersama untuk tetap menjaga persahabatn yang telah terjalin. Kamu dan sahabat pun berusaha untuk bisa terus berkomunikasi. Tak perlu setiap hari, yang terpenting kalian harus tetap saling bicara agar hubungan kalian tak berakhir. Namun, ada sahabat-sahabat yang semakin jauh hingga hilang dari jangkauan. Sekali lagi, kamu harus merelakan mereka yang jalannya tak lagi bersinggungan denganmu dan hanya bisa berharap kamu dan mereka bisa bertemu lagi di lain kesempatan. Semua yang pergi tak bisa kamu tahan, tapi yang bertahan harus terus kamu jaga hingga bisa terus bersama.


Nah, itu beberapa hal yang terjadi dalam persahabatan sesaat sebelum dan setelah kita lulus. Kamu mungkin mengalaminya ataupun mungkin tidak. Namun, tak ada salahnya untuk mengambil hikmahnya. Jika kamu sudah lama tak menyapa temanmu, sapalah dia. Tidak ada yang tahu, barangkali saja dia memang membutuhkan kehadiranmu. Bukankah hanya seperti itu hubungan persahabatan atau bahkan semua hubungan lainnya bisa bertahan? Terus jaga komunikasi, pastikan mereka yang kausayangi tetap dalam jangkauanmu, dan sesekali sempatkanlah bertemu. (Z)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar